Tarsisians

Tarsisians

Senin, 24 November 2014

Kindess Here We Go

Niat baik belum tentu berjalan mulus, banyak sekali hal yang bisa mengurungkan niat baik itu menjadi perbuatan nyata. Dari mingu lalu saya sudah merencanakan sesuatu yang baik, tapi banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang membuat saya harus berpikir ulang; segi finansial, waktu, dan tenaga.
H
ampir saja saya gagal membuat niat saya ini menjadi perbuatan nyata, tapi saya bulatkan tekad dan meyakinkan diri bahwa saya akan baik-baik saja dengan resiko yang saya hadapi di kemudain hari.
Niat tinggal niat jika kita tidak bertindak.

Dan hari ini saya melaksanakan niat tersebut. Berat? Berat! Tapi begitu selesai melakukannya saya jadi lega… itu yang penting. Apalagi melihat senyum orang lain membuat saya tambah bahagia…
Berbuat baik itu mudah dan menyenangkan… coba deh

 Credits: Here

Talk Less, Do more

Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.
Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :
Saya kelaparan …
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
Saya tergusur …
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya
Saya ingin bekerja ….
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya
Saya sakit …
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri
Saya telanjang, tidak punya pakaian …
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.
Saya kesepian …
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …
Setelah membaca puisi itu …
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : “kasihan wanita itu” … lalu sibuk berdoa kembali,dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

Hiya, dude. Here we have a stupid person. Hal begini sering terjadi di masyarakat modern. Crappy talk, nggak ngapa-ngapain. Hari ini, masyarakat butuh aksi. Bukan cuma reaksi. We need initiative. Reungin dah kata-kata itu, dan mulai aksi lo sekarang. Ciao!
 Credits: here

To Be Kind is to..

Suatu hari, di Amerika Serikat, ada seorang anak bernama Jack yang sedang berjualan roti dari rumah kerumah. Ketika itu, si Jack sangat lapar dan hanya ada satu roti tersisa dari jualannya. Tapi, Jack tidak memakannya karena dia tahu betul, ayahnya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya pengobatan. Lalu, Jack mengetuk sebuah pintu rumah dan berniat untuk menawarkan sang pemilik rumah untuk membeli sebuah roti yang tersisa.

Selesai dia mengetuk pintu, keluarlah seorang anak parempuan yang kurang lebih sama umurnya dengan Jack yang bernama Jessica. Lalu, Jack langsung menawarkan roti dagangannya tersebut. Anak perempuan itu langsung membelinya dan bertanya kepada Jack, “Apakah Kamu tidak lapar? ” lalu Jack menjawab, “ Ya, aku sangat lapar. Tetapi saya tidak ada makanan selain roti ini. Sedangkan, ayah saya dirumah sangat membutuhkan uang hasil jualan roti ini untuk membiayai pengobatan beliau. ”



Lalu Jessica menjawab, “ Tunggu sebentar. ” Lalu Jessica masuk ke dalam rumahnya dan kembali dengan segelas susu di tangannya. Lalu Jessica berkata, “ Minumlah susu ini. ” Lalu Jack menjawab, “ Terima kasih. ” Sambil mengambil gelas susu tersebut dari tangan Jessica lalu meminumnya. 

Tahun demi tahun berganti, Hingga pada suatu saat Jessica mendapat penyakit kanker rahim. Semua harta telah digadaikannya untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi penyakit ini tidak sembuh juga. Hingga suatu saat, Jessica yang sudah berusia 32 tahun, Jessica tinggal di sebuah rumah kumuh di pinggir kota. Dan semenjak saat itu, dia mulai ditolak dari rumah sakit – rumah sakit karena ia sudah tidak mempunyai uang lagi. 

Hingga pada suatu saat, Jessica memberanikan diri untuk datang ke sebuah rumah sakit terbesar di Kota New York pada saat itu. Jessica pun mulai ditanyai tentang kanker rahim tersebut, dan Jessica diterima di rumah sakit itu dan memulai operasi 1 minggu kemudian. Hari operasi pun tiba, Jessica kini terbaring diruang operasi setelah disuntikkan obat bius. Operasi berjalan lancar, dan kanker rahim Jessica kinitelah sembuh. Namun, Jessica masih memikirkan berapa biaya operasi yang harus ia tanggung. Hari demi hari berlanjut, kini Jessica sudah diperbolehkan untuk keluar daari rumah sakit. Lalu Jessica menuju kasir dan meminta bon pembayaran. Dengan pelan Jessica membuka kertas bon itu, didalamnya tertulis biaya yang harus ditanggung kurang lebih adalah $ 125.000.000. Jessica melihat kebawah lagi, lalu ada sebuah tulisan. Tulisan tersebut adalah , “TELAH LUNASDENGAN SEGELAS SUSU. JACK.” Dan Jessica itu langsung teringat kejadian 22 tahun yang lalu,dan terharu atas apa yang telah ia dapatkan. 

Makna : “Semua perbuatan baik akan kembali kepada diri kita sendiri. Dan ingatlah, Allah Maha Kasih lagi Penyayang.” 


Credits: Here
Selesai dia mengetuk pintu, keluarlah seorang anak parempuan yang kurang lebih sama umurnya dengan Jack yang bernama Jessica. Lalu, Jack langsung menawarkan roti dagangannya tersebut. Anak perempuan itu langsung membelinya dan bertanya kepada Jack, “Apakah Kamu tidak lapar? ” lalu Jack menjawab, “ Ya, aku sangat lapar. Tetapi saya tidak ada makanan selain roti ini. Sedangkan, ayah saya dirumah sangat membutuhkan uang hasil jualan roti ini untuk membiayai pengobatan beliau. ”

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Suatu hari, di Amerika Serikat, ada seorang anak bernama Jack yang sedang berjualan roti dari rumah kerumah. Ketika itu, si Jack sangat lapar dan hanya ada satu roti tersisa dari jualannya. Tapi, Jack tidak memakannya karena dia tahu betul, ayahnya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya pengobatan. Lalu, Jack mengetuk sebuah pintu rumah dan berniat untuk menawarkan sang pemilik rumah untuk membeli sebuah roti yang tersisa. Selesai dia mengetuk pintu, keluarlah seorang anak parempuan yang kurang lebih sama umurnya dengan Jack yang bernama Jessica. Lalu, Jack langsung menawarkan roti dagangannya tersebut. Anak perempuan itu langsung membelinya dan bertanya kepada Jack, “Apakah Kamu tidak lapar? ” lalu Jack menjawab, “ Ya, aku sangat lapar. Tetapi saya tidak ada makanan selain roti ini. Sedangkan, ayah saya dirumah sangat membutuhkan uang hasil jualan roti ini untuk membiayai pengobatan beliau. ” Lalu Jessica menjawab, “ Tunggu sebentar. ” Lalu Jessica masuk ke dalam rumahnya dan kembali dengan segelas susu di tangannya. Lalu Jessica berkata, “ Minumlah susu ini. ” Lalu Jack menjawab, “ Terima kasih. ” Sambil mengambil gelas susu tersebut dari tangan Jessica lalu meminumnya. Tahun demi tahun berganti, Hingga pada suatu saat Jessica mendapat penyakit kanker rahim. Semua harta telah digadaikannya untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi penyakit ini tidak sembuh juga. Hingga suatu saat, Jessica yang sudah berusia 32 tahun, Jessica tinggal di sebuah rumah kumuh di pinggir kota. Dan semenjak saat itu, dia mulai ditolak dari rumah sakit – rumah sakit karena ia sudah tidak mempunyai uang lagi.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Suatu hari, di Amerika Serikat, ada seorang anak bernama Jack yang sedang berjualan roti dari rumah kerumah. Ketika itu, si Jack sangat lapar dan hanya ada satu roti tersisa dari jualannya. Tapi, Jack tidak memakannya karena dia tahu betul, ayahnya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya pengobatan. Lalu, Jack mengetuk sebuah pintu rumah dan berniat untuk menawarkan sang pemilik rumah untuk membeli sebuah roti yang tersisa. Selesai dia mengetuk pintu, keluarlah seorang anak parempuan yang kurang lebih sama umurnya dengan Jack yang bernama Jessica. Lalu, Jack langsung menawarkan roti dagangannya tersebut. Anak perempuan itu langsung membelinya dan bertanya kepada Jack, “Apakah Kamu tidak lapar? ” lalu Jack menjawab, “ Ya, aku sangat lapar. Tetapi saya tidak ada makanan selain roti ini. Sedangkan, ayah saya dirumah sangat membutuhkan uang hasil jualan roti ini untuk membiayai pengobatan beliau. ” Lalu Jessica menjawab, “ Tunggu sebentar. ” Lalu Jessica masuk ke dalam rumahnya dan kembali dengan segelas susu di tangannya. Lalu Jessica berkata, “ Minumlah susu ini. ” Lalu Jack menjawab, “ Terima kasih. ” Sambil mengambil gelas susu tersebut dari tangan Jessica lalu meminumnya. Tahun demi tahun berganti, Hingga pada suatu saat Jessica mendapat penyakit kanker rahim. Semua harta telah digadaikannya untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi penyakit ini tidak sembuh juga. Hingga suatu saat, Jessica yang sudah berusia 32 tahun, Jessica tinggal di sebuah rumah kumuh di pinggir kota. Dan semenjak saat itu, dia mulai ditolak dari rumah sakit – rumah sakit karena ia sudah tidak mempunyai uang lagi.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win

Minggu, 23 November 2014

Giving.

Menceritakan seorang pencuri cilik, dia mencuri obat untuk ibunya. Seorang tukang sup yang melerai menanyakan ibumu sakit. Si anak mengangguk. Si tukang sup yang baik hati bahkan membayarkan uang untuk obat yang dicuri. Tidak sampai disana, si tukang sup masih memberikan sebungkus sup untuk si kecil



30 tahun berlalu, si tukang sup masih sama saja. Selalu memberikan makan kepada pengemis. Sayang si penjual sup ternyata sakit bahkan sampai koma. Si anak perempuannya membawa ke rumah sakit. Untuk mengobati ayahnya di rumah sakit, dia harus membayar biaya 792.000 bath. Bagaimana dia harus membayar, mata pencaharian bersama sang ayah berhenti karena si ayah sakit. Dia menemui dokter untuk membicarakan masalah pengobatan, akhirnya putri tukang sup memutuskan untuk menjual rumahnya bagi biaya berobat sang ayah.



Suatu hari si anak tukang sup yang sedang tertidur dan terjaga di dekat ranjang ayahnya yang sudah di operasi, melihat sebuah surat tagihan rumah sakit dan tertulis semua tagihan 0.

Hanya ada pesan dibawahnya, semua biaya sudah dibayar lunas 30 tahun lalu. Bahkan dibawahnya tertulis, dengan 3 obat penahan sakit (Painkiller) dan satu bungkus sup. Mengapa tagihan rumah sakit malah tertulis sup dan 3 obat penahan sakit. Si putri tukang sup mulai mengingat apa yang terjadi 30 tahun lalu.

Merits and Demerits

Sebutlah si A, remaja tanggung 14 tahun, sedang berjalan-jalan di pinggiran mall ibu kota. tak sengaja, Ia melihat seorang nenek tua sedang hendak menyeberang jalan. seketika, hati kecil si A berkata, ‘waduh, kasihan banget itu nenek, aku mesti tolong!. namun, tak lama, sebersit yang lain berjejal bermunculan;
tapi kan jalanan lagi becek, nanti kalau aku kecipratan terus bajuku kotor gimana?
tapi kan nenek itu dekil, nanti jangan-jangan aku ketularan bau jengkol (???) 
tapi kan bentar lagi aku janjian ketemu si B, nanti aku dicap tukang telat
tapi kan jalannya lagi ramai, nanti kalau aku malah ketabrak mobil gimana?
tapi kan, kalau aku tolong nanti aku juga nggak bakal dapat bayaran

Dan tapi kan-tapi kan yang lain
jduaarr!
***
Hell yea dude. Nenek itu mati mengenaskan cuma gara-gara keraguan A untuk menolong. Walaupun nggak aneh untuk mikir untung-rugi buat menolong orang, make sure it doesn't take longer than 20 seconds. Begitu juga buat hidup, begitu juga buat kita saat mau melakukan kebaikan. Jangan pernah ragu sedetik-pun. Di masyarakat ini, jangan sampe kita kalah dinamis. Hesitate and we're death.

Kita tutup dari pesan bapak fisika..

What did Indonesian Government Say About Kindness?

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menjadi pembicara utama dalam acara Kompasianival 2014. Sesuai tema acara, yaitu aksi untuk Indonesia, Jonan mengajak semua Kompasianer (sebutan bagi pemilik akun Kompasiana) melakukan kebaikan minimal satu kali sehari.

"Saran saya, kalau setiap orang berusaha lakukan kebaikan satu kali saja dalam sehari, setahun 360 hari akan ada 360 kebaikan," ujar Jonan di Gedung Sasono Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Kata dia, melakukan aksi nyata untuk Indonesia tidak harus dimulai dengan hal yang besar. Aksi nyata untuk Indonesia bisa dilakukan dengan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) itu yakin, apabila setiap orang minimal melakukan satu kebaikan dalam satu hari, dalam tempo waktu satu tahun akan muncul kebaikan bagi Indonesia. 


Source: here

Should We Help Others?

Apakah anda termasuk orang yang mau membantu teman yang sedang kesusahan tanpa mengharapkan balasan? Puji Tuhan kalau ya.. sayangnya di dunia ini yang banyak terjadi adalah sebaliknya. Banyak orang yang hanya akan memberikan bantuan, memberikan pinjaman, hanya apabila ia mendapatkan sesuatu sebagai balas jasa. Misalnya bunga pinjaman, atau oleh2 tanda terima kasih, dan lain2. Jika tidak? Maka jangan harap pinjaman atau bantuan itu akan datang. Kemarin ketika saya melakukan survey ke sebuah perusahaan besar di Bandung untuk tujuan kunjungan wisata anak2 SMU, saya mengalami sendiri hal ini. Dalam pembicaraan awal, ketika saya bermaksud menanyakan tata cara melakukan kunjungan ke perusahaannya, ketika pembicaraan belum sampai 2 menit, sang Public Relation langsung berkata:"oke, itu bisa diatur, kita sudah biasa mendapat kunjungan anak2 sekolah, tetapi apa yang akan kami dapat untuk itu?" Saya tertegun. Di hari2 ini, orang semakin terang2an untuk bersikap pamrih. Ketika saya menyebutkan sejumlah uang, raut mukanya yg tadinya kaku seketika menjadi sangat ramah. Malah terlalu ramah menurut saya. Teman saya sampai berbisik pada saya setelah perbincangan itu, "saya akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa di dunia ini tidak ada yang cuma2".

Hal itu mungkin bisa saja terjadi ketika kita dalam posisi yang dimintai tolong. Memberikan sesuatu tanpa pamrih, iklas, sukarela, semakin lama semakin langka kita jumpai di kehidupan kita. Padahal Tuhan Yesus mengajarkan sebaliknya. Dia mengajarkan bahwa kita harus berbuat baik dan mau meminjamkan tanpa mengharapkan balasan. Lihatlah, Tuhan Yesus memberikan kita kasih tanpa syarat. Dia berikan nyawaNya untuk menebus dosa2 kita, Dia setia membantu kita yang berbeban berat, Dia tetap mengasihi kita tanpa peduli seberat apa dosa kita. Seperti halnya Tuhan mengasihi kita, maka kita pun diinginkan untuk berlaku sama kepada orang lain. Ya, kita harus mengasihi orang lain, membantu orang lain, tanpa melihat asal usul orang itu, agar kasih Tuhan juga dapat dirasakan orang lain melalui perbuatan2 kita. Selain meneladani Yesus, kita pun mendapatkan upah yang besar dan menjadi anak2 Allah Yang Mahatinggi, seperti yang tertulis di ayat selanjutnya.

Tidak ada gunanya kita menyebut diri sebagai anak2Nya jika perilaku kita sama seperti orang2 dunia. Malah sangat ironis, jika orang dunia bisa iklas dalam memberi, sementara kita malah pamrih dalam membantu saudara2 kita. Kita harus belajar memberi dengan tulus. Kita harus bisa belajar menjadi berkat buat orang lain, menyampaikan kasih karunia yang kita dapat kepada orang lain tanpa syarat.

Credits: here