Hal itu mungkin bisa saja terjadi ketika kita dalam posisi yang dimintai tolong. Memberikan sesuatu tanpa pamrih, iklas, sukarela, semakin lama semakin langka kita jumpai di kehidupan kita. Padahal Tuhan Yesus mengajarkan sebaliknya. Dia mengajarkan bahwa kita harus berbuat baik dan mau meminjamkan tanpa mengharapkan balasan. Lihatlah, Tuhan Yesus memberikan kita kasih tanpa syarat. Dia berikan nyawaNya untuk menebus dosa2 kita, Dia setia membantu kita yang berbeban berat, Dia tetap mengasihi kita tanpa peduli seberat apa dosa kita. Seperti halnya Tuhan mengasihi kita, maka kita pun diinginkan untuk berlaku sama kepada orang lain. Ya, kita harus mengasihi orang lain, membantu orang lain, tanpa melihat asal usul orang itu, agar kasih Tuhan juga dapat dirasakan orang lain melalui perbuatan2 kita. Selain meneladani Yesus, kita pun mendapatkan upah yang besar dan menjadi anak2 Allah Yang Mahatinggi, seperti yang tertulis di ayat selanjutnya.
Tidak ada gunanya kita menyebut diri sebagai anak2Nya jika perilaku kita sama seperti orang2 dunia. Malah sangat ironis, jika orang dunia bisa iklas dalam memberi, sementara kita malah pamrih dalam membantu saudara2 kita. Kita harus belajar memberi dengan tulus. Kita harus bisa belajar menjadi berkat buat orang lain, menyampaikan kasih karunia yang kita dapat kepada orang lain tanpa syarat.
Credits: here
Tidak ada komentar:
Posting Komentar