Tarsisians

Tarsisians

Minggu, 23 November 2014

Merits and Demerits

Sebutlah si A, remaja tanggung 14 tahun, sedang berjalan-jalan di pinggiran mall ibu kota. tak sengaja, Ia melihat seorang nenek tua sedang hendak menyeberang jalan. seketika, hati kecil si A berkata, ‘waduh, kasihan banget itu nenek, aku mesti tolong!. namun, tak lama, sebersit yang lain berjejal bermunculan;
tapi kan jalanan lagi becek, nanti kalau aku kecipratan terus bajuku kotor gimana?
tapi kan nenek itu dekil, nanti jangan-jangan aku ketularan bau jengkol (???) 
tapi kan bentar lagi aku janjian ketemu si B, nanti aku dicap tukang telat
tapi kan jalannya lagi ramai, nanti kalau aku malah ketabrak mobil gimana?
tapi kan, kalau aku tolong nanti aku juga nggak bakal dapat bayaran

Dan tapi kan-tapi kan yang lain
jduaarr!
***
Hell yea dude. Nenek itu mati mengenaskan cuma gara-gara keraguan A untuk menolong. Walaupun nggak aneh untuk mikir untung-rugi buat menolong orang, make sure it doesn't take longer than 20 seconds. Begitu juga buat hidup, begitu juga buat kita saat mau melakukan kebaikan. Jangan pernah ragu sedetik-pun. Di masyarakat ini, jangan sampe kita kalah dinamis. Hesitate and we're death.

Kita tutup dari pesan bapak fisika..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar