Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :
Saya kelaparan …
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
Saya tergusur …
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya
Saya ingin bekerja ….
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya
Saya sakit …
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri
Saya telanjang, tidak punya pakaian …
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.
Saya kesepian …
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …
Setelah membaca puisi itu …
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : “kasihan wanita itu” … lalu sibuk berdoa kembali,dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.
Hiya, dude. Here we have a stupid person. Hal begini sering terjadi di masyarakat modern. Crappy talk, nggak ngapa-ngapain. Hari ini, masyarakat butuh aksi. Bukan cuma reaksi. We need initiative. Reungin dah kata-kata itu, dan mulai aksi lo sekarang. Ciao!
Credits: here
Tidak ada komentar:
Posting Komentar