Tarsisians
Minggu, 23 November 2014
Mimpi, atau Perbuatan?
Hell yea we meet again, dude. Hari ini gue mau mengutip ceriyta bagus dari sini, cekidot!
Alkisah ada seorang anak yang memiliki semangat yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Berbagai kegiatan pelayanan dia ikuti. Dari paduan suara, buletin, pelayan mimbar, pengurus pemuda/remaja di gerejanya, belum lagi pelayanan-pelayanannya di kampus. Sampai-sampai anak tersebut menelantarkan kuliahnya. Pada suatu saat ada acara pemuda dan dia ditugaskan menjadi koordinator sie dekorasi. Acara diadakan hari jumat sore, padahal jumat paginya dia harus mengikutin ujian akhir semerter. Karena dia merasa diberi tanggung jawab sebagai koordinator, maka dia mengabaikan ujiannya dan tetap ikut mendekor sampai dini hari. Sepulang dari gereja dia merasa sangat lelah dan akhirnya tertidur. Keesokan paginya dia bangun kesiangan, ujian dimulai jam 8.00 dan dia baru bangun jam 7.30, padahal jarak tempuh rumah – kampus sekitar 20 menit. Dengan tergesa-gesa dia mandi dan berangkat, singkat cerita sampailah di kampus. Sebelum mengerjakan soal anak tersebut berdoa, “Tuhan, aku berserah kepadaMu. Kau Allah yang jauh lebih besar dari semua masalahku, aku percaya Kau sanggup menolongku mengerjakan soal-soal tes ini. Amin.” Apa yang terjadi kemudian? Setelah beberapa minggu keluarlah nilai ujian dan ternyata anak tersebut dinyatakan tidak lulus.
Renungan
Begitulah kira-kira rangkuman kasar masyarakat sekarang. Semua orang percaya kalo tuhan mereka bisa membantu full dari 0. Imma telling you, itu murni omong kosong. Sure, gue percaya Tuhan membantu kita menyelesaikan urusan kita. Tapi kalo kita nggak buat apa-apa, apa yang mau dibantu Tuhan?
Itu poin dari cerita ini, Dreams and prayers ain't make you go anywhere. Hardwork does. Sebagai penutupan, ini kata-kata master:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar